YOU HAVE TO SEE THIS

Cause life is more than just following the river eve

Naskah Drama 8A Kelompok 1 (Kisah Anak Koruptor)

02.43 / Diposkan oleh Billy Roger /

Tokoh
Agus Pradnya Wiguna (01)...............................................Wiguna&Polisi
Andari Widyastuti (03)......................................................Ita
Bramana Ajasmara (06).....................................................Bram
Mirah Prabandari (15)........................................................Rapunzel Azarenka
Teja Dhyatmika (21)..........................................................Antarisa Azarenka&Broto
Utami Ratnasari (22)..........................................................Almeida Azarenka
Astri Utarini (25)................................................................Astria Azarenka

Sifat Tokoh
Wiguna : setia kawan, suka mengejek, sedikit nakal.
Polisi : tegas, jujur, menuruti perintah atasan.
Ita : mendukung yang kuat & merendahkan yang lemah, tidak setia
kawan namun dapat diandalkan, agak cerewet, suka memprovokator.
Bram : baik hati, suka menolong, penyayang, ramah, suka sama Rapunzel.
Rapunzel : baik hati, rendah hati, suka sama Bram.
Pak Antarisa: sedikit sombong namun ayah yang baik dan murah hati.
Broto : berandal, pikirannya di bawah minum-minuman keras, pecandu
narkoba.
Bu Almeida : bijaksana, penyabar, penyayang, pekerja keras, tak mudah putus asa.
Astria : mudah putus asa, cemburuan, iri hati, nekat.




Kisah Anak Koruptor
Pentas menggambarkan ruang tamu yang mewah milik keluarga Azarenka. Terdapat sebuah sofa panjang berwarna coklat yang berhadapan dengan TV layar lebar. Kemudian disamping TV terdapat pintu kayu berukir.
Pak Antarisa: Anak-anak, ayah datang bawa oleh-oleh. Siapa yang mau ?”
Astria : Aku! Aku!
Rapunzel : Aku juga ya, pi.
Bu Almeida : Tidak usah berebut, semua pasti dapat.
Rapunzel : Aku sandal yang ini ya!
Astria : Nggak boleh, itu punyaku! Yang kecil kan harus ngalah sama yang
gede. (sambil menarik sandal dari Rapunzel)

Rapunzel : Tapi kan aku yang duluan, kak.
Tiba-tiba pintu diketuk dan Ibu Almeida membukakan pintu
Polisi : Permisi, apa betul ini rumah Bapak Antarisa Azarenka?
Bu Almeida : Iya betul, ada apa ya?
Polisi : Kami dari Kepolisian Ciung Wanara, bisa bertemu dengan Bapak
Antarisa?
Pak Antarisa : Ada apa ya datang ke sini? Apa ada kasus korupsi yang harus saya
tangani lagi?
Polisi : Maaf pak, tapi sepertinya kali ini bapak terdakwanya. Kami
mendapat surat untuk menangkap Bapak atas tuduhan korupsi.
Bu Almeida :Tidak mungkin! Papi tidak mungkin korupsi! Papi kan orang
yang baik. Benar kan , pi?
Pak Antarisa : Benar pak! Tidak mungkin saya berbuat seperti ini! Saya kan ketua
KPK. Ini pasti fitnah! Siapa sih orang yang tega berbuat seperti ini?

Rapunzel : (tiba-tiba berbicara) Ada apa, mi? Kenapa ada polisi?
Polisi : (sambil menarik Pak Antarisa) Maaf bu, waktu kami tidak banyak.
Mohon Bapak Antarisa ikut kami.

Bu Almeida : Papi!!!
Rapunzel : Mi, kenapa papi dibawa-bawa sama polisi? Papi kenapa mi? Papi
nggak terlibat kejahatan kan?

Pak Antarisa : Tenang, tenang. Mami, Rapunzel, Astria, jaga diri baik-baik ya.
Mungkin papi cuma akan menjalani beberapa pemeriksaan gara-
gara ada yang memfitnah papi. Tapi papa tidak benar-benar
melakukan itu. Kalian harus percaya sama papi. Jangan sedih ya.
Bu Almeida : (sambil terisak) cepat pulang ya pi.
Polisi : Baik, permisi bu. Oh ya, rumah ini juga akan disegel. Jadi tolong
Ibu dan keluarga cepat berkemas. (keluar bersama Pak Antarisa)
Rapunzel : Papi! Papi! Jangan bawa papi!
Astria : Jadi papi itu koruptor? Ternyata…
Bu Almeida : Astria, mami yakin papi nggak mungkin berbuat begitu. Ayo,
sekarang kita cepat berkemas-kemas lalu kita pindah.
Rapunzel : Tapi kita mau pindah kemana, mi? Kita kan nggak punya rumah
lain.
Bu Almeida : Rumah kontrakan dekat sekolah kalian. Syukurlah mami masih
punya banyak tabungan di bank.
………………………………………………………………………………………
Berita tentang Pak Antarisa Azarenka cepat menyebar bahkan sampai ke sekolah anak-anaknya.
Pentas menggambarkan gerbang sekolah Lavontainne yang berwarna merah muda.
Bu Almeida : Rapunzel, Astria, kalian hati-hati di sekolah ya. Kalau teman kalian
bilang yang tidak-tidak, tidak usah dipedulikan.
Rapunzel : (sambil berjalan memasuki gerbang) Iya, mi.
Ita : Eh, ada anak koruptor lewat. Kok masih berani-beraninya aja sih
muncul di sini.
Astria : Ta, kamu kan temenku. Kok tega-teganya sih kamu bilang kayak
gitu ke aku.
Ita : Lo, temenku kan Astria anak ketua KPK yang memberantas korupsi.
Bukan Astria anak koruptor yang merugikan negara.
Astria : Aku nggak nyangka kalau kamu bisa sejahat itu, Ta!
Rapunzel : (sambil menunduk dan melewati Ita) sudah biarkan saja, kak
Ita : (mengejek) Anak koruptor, anak koruptor!
Bram : Pagi Rapunzel, Astria.
Rapunzel : Pagi, Kak Bram
Astria : Eh Bram, kok kamu nggak musuhin kita sih?
Bram : Kenapa aku harus musuhin kalian?
Astri : Lo, kamu belum denger kabarnya ya? Papi kita berdua kan koruptor.
Bram : Kalau bapaknya koruptor belum tentu anaknya jahat juga kan?
Tiba-tiba bel berbunyi
Rapunzel : Eh Kak Bram, Kak Astria, udah bel ni. Aku masuk dulu ya.
Wiguna : (sambil menarik Bram) We, ngapain kamu ngomong sama 2 anak
koruptor itu?

Bram : Lo, terserah aku dong mau ngomong sama siapa. Mulut-mulut aku. Oh
ya Wi, kamu kan sahabat aku. Jadi aku boleh minta pendapat kamu
nggak? Menurut kamu Rapunzel itu gimana?

Wiguna : Pendapat aku tentang dia, dia itu anak koruptor, koruptor dan koruptor!
Bram : Lo, kamu kok gitu sih?
Wiguna : Emang kenyataannya kayak gitu kan? Lagian ini kan mulut aku, jadi
terserah aku dong mau ngomong apa. Eh udah yuk, daripada kita
berantem gara-gara anak koruptor itu mendingan kita masuk kelas aja.
Nanti dimarahin sama Bu Karmani lo.
………………………………………………………………………………………
Pentas menggambarkan ruangan kelas 8A, kelas Astria. Terdapat 20 bangku yang berhadapan dengan papan tulis, sebuah lemari dan pintu.
Ita : Eh anak koruptor udah masuk kelas nih.
Astria : (menunduk ke bawah dengan wajah cemberut)
Selama pelajaran Astria selalu dimaki-maki sampai guru pun tidak mau memperdulikannya
………………………………………………………………………………………
Pentas menggambarkan jam istirahat di halaman sekolah. Terdapat sebuah bangku panjang di bawah pohon.
Astria : Aku udah nggak tahan lagi! Papi udah membuat image ku di hadapan
temen-temen hancur! Aku benci sama papi!
Rapunzel : Kakak nggak boleh kayak gitu lo, bagaimanapun juga dia kan papi kita.
Astria : Pokoknya mulai sekarang aku mau pergi dari rumah aja! Aku juga
nggak mau sekolah lagi! Aku malu punya papi kayak gitu! (sambil
pergi keluar sekolah dengan langkah panjang-panjang)

Di depan gerbang sekolah
Bram : (tiba-tiba menabrak Astria) Aduh, kamu mau kemana, As? Kok buru-
buru banget?
Astria : Aku udah nggak tahan lagi di sini. Aku mau pergi aja! (lalu pergi)
Bram : Kakakkmu kenapa , Ra?
Rapunzel: (baru datang) Nggak tau, kayaknya dia nggak kuat nahan cobaan ini.
Bram : (sambil menepuk pundak Rapunzel) Kamu yang sabar ya, Ra.
Rapunzel: Iya, makasih banyak ya.
………………………………………………………………………………………
Pentas menggambarkan rumah kontrakan keluarga Azarenka yang sederhana
Rapunzel : Aku pulang, Mi.
Bu Almeida: Rapunzel, kok kamu pulang sendiri. Kakak kamu mana?
Rapunzel : Lo, tadi kakak bolos di sekolah. Aku kira dia udah pulang duluan.
Bu Almeida : (sambil menutup muka)Ya Tuhan, Astria. Kemana kamu, nak?
Rapunzel : Mami tenang aja, Kak Astria kan udah sering kayak gitu kalau
ngambek. Pasti bentar lagi dia bakalan balik lagi.
Bu Almeida: Ya sudah, Rapunzel, kamu ganti baju terus makan dulu ya.
………………………………………………………………………………………
Pentas menggambarkan sebuah kamar kos berukuran 3x5m dekat SMP Lavontainne. Hanya terdapat sebuah kasur dan lemari kayu. Di lantainya banyak berserakan botol bir, bekas rokok dan kulit kacang.
Astria : (tiba-tiba datang) We bro, pa kabar?
Broto : We, tumben kesini. Pasti ada udang di balik batu. Oh ya, katanya papamu
tersangkut kasus korupsi ya?
Astria : Aduh, jangan diinget-inget lagi. Aku udah nggak nganggep dia sebagai
papiku lagi. Dia udah ngancurin mukaku di depan semua orang!
Broto : Trus, kamu ngapain di sini?
Astria : Bagi rokoknya dulu dong. Oh ya, katanya kamu punya barang yang bisa
buat orang ngelupain segala-galanya ya.
Broto : (sambil memberikan rokok) Emang. Kamu mau? Tapi harganya mahal lo.
Astria : Nggak apa deh, berapapun bakalan aku beli supaya bisa ngelupain semua
masalahku. Tapi aku ngutang dulu ya soalnya aku lagi bokek ni.
Broto : Ok, bos. Ni barangnya, tapi inget bayarannya ya.
Astria : Thank you, Bro.
………………………………………………………………………………………
Keesokan harinya sepulang sekolah di trotoar dekat SMP Lavontainne.
Bram : Kenapa Ra, kok keliatannya dari tadi cemas gitu?
Rapunzel : Kakakku belum pulang dari kemarin, dia juga nggak sekolah hari ini.
Aku takut dia kenapa-napa, apalagi mami benar-benar
mengkhawatirkan dia.

Bram : Tenang aja ya, Ra. Astria pasti ketemu. Dulu dia juga pernah kabur
kayak gini kan? Terus dua hari kemudian dia balik sendiri.
Rapunzel : Iya sih, tapi kan tetep aja khawatir.
Bram : Oh ya Ra, aku boleh ngomong sesuatu nggak?
Rapunzel : Apa, kak?
Bram : Mmm…Gini, sebenernya…sebenernya dari dulu aku udah suka sama
kamu. Kamu mau nggak jadi pacar aku?
Rapunzel : Ah? Hhm…sebenernya aku juga suka sama kakak.
Bram : Jadi…
Rapunzel : Ya, aku mau jadi pacar kakak.
Astria : (tiba-tiba datang) Hay semuanya, kalian lagi ngapain nih? Kayaknya
seru banget.
Rapunzel : Ya ampun Kak Astria, kakak dari mana aja? Aku sama mami sampai
khawatir gara-gara kakak.
Astria : Ah, lebay banget sih. Biasain aja lagi, kayak aku nggak pernah pergi
dari rumah aja. Lagipula aku pergi kan nggak sampai satu tahun.
Rapunzel : O ya kak, aku punya kabar baik lo. Aku sama Bram baru aja jadian.
Astri : Hah? Aku nggak salah denger kan? (diam sebentar lalu pergi)
Rapunzel : Kak! Kak Astria!
Bram : Kakakmu kenapa, Ra?
Rapunzel : Nggak tahu.
Bram : Eh Ra, aku pulang dulu ya, aku udah dijemput nih.
Rapunzel : Oh ya, hati-hati di jalan ya.
………………………………………………………………………………………Pentas menggambarkan kamar Astria yang sederhana. Terdapat sebuah dipan serta sebuah lemari dan meja dengan buah-buahan di atasnya.
Astria : (sambil tiduran dan menangis) Kenapa hidupku seperti ini. Papaku
terlibat kasus korupsi, gak ada yang mau temenan sama aku dan
sekarang …satu-satunya orang yang aku cintai pacaran sama adikku.
Kurang apa lagi penderitaanku ini? (mengambil sebuah pisau) Nggak
ada lagi gunanya aku hidup di dunia ini. Lebih baik aku mati saja!

Bu Almeida: (membuka pintu) Astria jangan! (membuang pisau yang dibawa
Astria) Astria, kamu apa-apaan sih? Mami tahu kamu sedih tapi
bukan begini caranya! Ini sama sekali nggak menyelesaikan masalah!
Kamu masih muda, belum menikah, masih banyak yang bisa kamu
lakukan.
Rapunzel : (tiba-tiba datang) Ada apa, Mi?
Bu Almeida: Kamu harus kuat ya, Rapunzel. (melihat jam) Ya ampun, sudah jam
2, mami harus ke persidangan papi. Kalian berdua baik-baik di
rumah ya. (keluar dari kamar Astria diikuti Rapunzel)
Astria : Bener juga kata mami, aku masih muda, belum nikah. Tapi aku mau
nikah sama siapa? Orang yang aku cintai aja udah diambil sama
adikku. Ah, daripada bunuh diri, gimana kalau aku bunuh Rapunzel
aja. Setelah dia mati aku bakalan bisa dapetin Bram. Hahaha.
(mengambil racun tikus lalu menuju ke dapur)
………………………………………………………………………………………
Pentas menggambarkan ruang tamu yang sederhana di rumah kontrakan milik keluarga Azarenka. Terdapat sebuah sofa motif bunga-bunga yang sudah agak usang dan sebuah meja kayu dengan vas bunga di atasnya.

Astria : (membawa dua cangkir teh) Eh, ada Bram. Kebetulan banget nih aku buat
minuman. Buat kalian berdua aja ya. (menaruh cangkir teh di atas meja)
Bram : Makasih, Stri. (lalu meminum teh dan melanjutkan mengobrol dengan
Rapunzel sementara Astria masuk ke kamar)
………………………………………………………………………………………
15 menit kemudian
Bram : Ra, kok aku pusing ya. Aduh (terjatuh lalu pingsan)
Rapunzel : Kak Bram, kakak kenapa? Tolong! Tolong!
Ita : Lo, suara ribut-ribut apa itu dari rumah si koruptor? (masuk ke dalam
rumah) Ya ampun, apa yang terjadi sama Bram? Kamu pasti ngeracunin
dia kan anak koruptor?
Astria : (keluar dari kamar) Aduh, kok Bram sih yang keracunan? Harusnya
kan kamu?
Rapunzel : Jadi kakak yang ngeracunin dia?
Ita : Sudah, sudah. Jangan berdebat sekarang, kita harus cepat bawa Bram
ke rumah sakit.
………………………………………………………………………………………
Pentas menggambarkan sebuah kamar di sebuah rumah sakit. Terdapat sebuah tempat tidur tempat Bram berbaring dengan sebuah kursi lipat di sampingnya.
Rapunzel : Kak Bram udah nggak apa-apa kan?
Bram : Sekarang aku udah nggak apa-apa karena sudah melewati masa kritis
dan racunnya juga sudah keluar. Syukurlah aku masih bisa selamat
karena segera dibawa kesini.
Ita : Siapa dulu dong yang bawa. Kalau seandainya aku nggak lewat rumah
kalian, nggak tahu deh nasib Bram bakalan jadi kayak gimana.
Bram : Iya, makasih ya, ta.
Wiguna : Oh ya Bram, kok kamu bisa sampai kayak begini sih? Siapa yang tega-
teganya ngeracunin kamu?
Astria : (Tiba-tiba mendesak dan menangis disamping Bram) Maaf aku sudah
ngeracunin kamu, tapi aku nggak bermaksud begitu. Awalnya aku ingin
ngeracunin Rapunzel karena aku cemburu dia pacaran sama kamu. Tapi
justru kamu yang kena, maaf banget ya Bram. Maaf juga ya Rapunzel
karena aku telah mencoba untuk ngeracunin kamu.
Rapunzel: Nggak apa-apa kok kak, yang penting sekarang semuanya kan selamat
dan bisa berkumpul dengan damai. Cuma… masih kurang satu lagi
Ita : Siapa itu?
Pak Antarisa&Ibu Almeida: Rapunzel, Astria papi dan mamai pulang!
Pak Antarisa : Papi terbukti nggak bersalah karena rekaman kaset dari kepolisian.
Ibu Almeida : Ya, betul. Kita juga mendapatkan rumah kita kembali.
Ita : Oh, jadi begitu. Rapunzel, Astria, maafin aku ya soalnya aku udah
ngejek kalian. Kamu masih mau jadi temenku lagi kan, Stri?
Astria : Pasti!
Wiguna : Aku juga minta maaf ya.
Ibu Almeida: Nah, sekarang semuanya sudah lengkap. Gimana kalau kita buat
pesta.
Semuanya : Ayo!

Label:

1 komentar:

Comment by Tebu Blog on 30 Oktober 2010 01.26

Lanjutkan postingan dah 2 years old
dan teruskan main mafia wars
wakakakkakakaa

Poskan Komentar