YOU HAVE TO SEE THIS

Cause life is more than just following the river eve

Naskah Drama

04.03 / Diposkan oleh Billy Roger /

Sebuah Tiket ke Madagaskar


Tokoh
I Gst. Ayu Amalindasari Prabayastita M. (02).................................Li
Ni Made Aniendya Putri Wijaya (04).............................................Miss Louse
Dinda Paramaningtyas Sudibya (09)...............................................Kaisar
Farah Fadhillah Nasution (11).........................................................Permaisuri
A. A. Sg. Mirah Prabandari (15)......................................................La
Utami Ratnasari (22)........................................................................Lu

Sifat Tokoh
Kaisar: Sok bijaksana, sok berwibawa, kelihatannya pintar padahal sebenarnya tolol.
Permaisuri: Selalu mengikuti kata-kata kaisar padahal banyak yang salah, pendiam, tidak berani bicara.
La Gabriella Van Hozia Lavista (La): Sok tau, sok pinter, sombong.
Li Grandias San Verzia Trivia (Li): Selalu membantah dan berantem dengan saudaranya.
Lu Garamond De Kezia Zinnia (Lu) : Centil, genit, lebay, sok cantik.
Miss Louse: Centil, norak, sok cantik, sok fashionable padahal seleranya jelek banget.

Alur
Di sebuah kerajaan terpencil di Kalimantan, hiduplah seorang Kaisar dan Permaisurinya, mereka memiliki tiga orang putri. Putri yang pertama bernama La Gabriella Van Hozia Lavista, dipanggil La. Putri yang kerdua bernama Li Grandias San Verzia Trivia, dipanggil Li. Sedangkan putri yang ketiga bernama Lu Garamond De Kezia Zinnia. Pada suatu hari ayah mereka akan memberikan mereka satu tiket ke Madagaskar. Ketiga putri Kaisar tersebut pun berebut untuk mendapatkan tiket tersebut karena mereka mengira Madagaskar merupakan sebuah pulau yang besar dan super canggih di Inggris. Untuk menghindari perpecahan kaisar dan permaisuri membuat kompetisi dengan syarat putri yang bertengkar dengan putri lain akan didiskuilifikasi. Karena ketiga putri bertengkar, maka mereka bertiga pun didiskuilifikasi. Akhirnya tiket itu diberikan kepada Miss Louse, penasehat kerajaan. Mereka baru sadar bahwa ternyata tiket itu hanya tiket pergi dan tidak ada tiket pulangnya. Selain itu, setelah bertanya pada teman kaisar mereka baru tahu bahwa Madagaskar bukanlah pulau seperti yang mereka dambakan tapi pulau kecil di Afrika tempat para hewan.



Sebuah Tiket ke Madagaskar

Kaisar: “Louse, bisa tolong panggilkan La, Li dan Lu?”
Miss Louse: “Nama saya Miss Louse, kaisar”
Kaisar: “Ya terserah kamu lah, tapi sekarang cepat panggilkan anakku!”
Li: “Daddyku tercinta, ada apa gerangan? Li Grandias San Verzia Trivia ada di sini siap membantumu”
Lu: “Eh tunggu dulu, di sini juga ada Lu Garamond De Kezia Zinnia yang paling cantik, lucu, imut dan lain-lain”
Li: “Eh lumpia, jangan sok kecentilan deh”
Kaisar: “Sudah, sudah, jangan bertengkar. Sekarang mana kakak kalian La?“
Li: ”Mana aku tahu, palingan lagi main keluyuran sama burung-burungnya”
La: ”Eh siapa bilang, dasar linglung. Aku disini kok. Ada apa daddy?”
Kaisar: “Nah, bagus. Akhirnya kalian semua berkumpul juga. Begini, saat berkunjung ke kerajaan Bali, ayah diberi sebuah tiket ke Madagaskar. Katanya Madagaskar itu adalah sebuah pulau yang sangat indah dan canggih di Inggris. Di sana ada banyak mall, bioskop dan restoran. Apa salah satu dari kalian tahu tentang itu.
La: “Aku tahu, aku tahu! Aku pernah baca cerita tentang Madagaskar di sebuah naskah drama di sekolahku. Katanya Madagaskar itu adalah sebuah pulau yang sangat besar, sepuluh kali pulau Kalimantan! Selain itu, pulau Madagaskar juga sangat indah dan super canggih. Di sana banyak bangunan pencakar langit, mall-mall berlantai ratusan, restoran dengan makanan terenak, bioskop yang terbesar dan tercanggih dan hotel-hotel bintang 10! Konon katanya warga disana juga sangat ramah”
Miss Louse: “Wah, Madagaskar indah sekali. Pasti disana ada salon dengan perawatan Pedicure-Menicure terbaik. Aduh, aku jadi pengen ke sana. Kaisar mau pergi ke Madagaskar ya? Saya ikut dong.”
Kaisar: “Enak saja! Rencananya ayah akan memberikan satu tiket ini ke salah satu dari kalian”
La: “Aku saja dad, aku kan yang paling pinter”
Li: “Eh enak aja! Aku dong dad, kan aku yang paling baik”
Lu: “Ya ampun, kalian semua ini nggak pantes pergi ke sana. Yang paling pantes itu aku soalnya aku yang paling cantik”
Kaisar: “Sudah, sudah, jangan bertengkar. Ayah sudah menduga pasti akan jadi seperti ini. Karena itu ayah bersama permaisuri akan mengadakan sebuah kompetisi untuk kalian bertiga. Betul kan permaisuri?”
Permaisuri: “Iya kaisar”
Kaisar: “Begini, kami akan menguji kalian selama satu minggu untuk mencari putri yang bertingkah laku paling baik. Putri yang terpilih akan mendapat tiket ke Madagaskar. Betul kan permaisuri”
Permaisuri: “Iya kaisar”
La: “Wah, itu sudah pasti aku, kan aku yang paling baik, rajin, dan sopan disini”
Li: “Eh lalat! Jelas-jelas aku yang kayak gitu, enak aja ngaku-ngaku”
Lu: “Eh, eh, eh, kalian ini, apa tidak nyadar? Tingkah laku kalian kan pada ancur-ancur semua. Aku yang paling baik”
Kaisar: “Tapi satu lagi yang perlu kalian ingat, kalian tidak boleh menghalang-halangi saingan kalian apalagi sampai menyebabkan pertengkaran, kalau itu sampai terjadi, kalian akan didiskuilifikasi. Baiklah, penilaian akan dimulai besok, jadi siapkan diri kalian baik-baik ya. Betul kan permaisuri?”
Permaisuri: “Ya kaisar”
La, Li, Lu: “Pasti Daddy, Mommy”

Keesokan harinya La, Li dan Lu memulai persaingan hanya untuk mendapatkan sebuah tiket ke Madagaskar.
La: “Daddy, mommy, lihat apa yang aku bawa untuk kalian, sarapan pagi!”
Kaisar: “Wah kau memang anakku yang baik, terimakasih ya, La”
La: “Sama-sama dad, jangan lupa pilih aku untuk mendapatkan tiket ke Madagaskar ya”
Kaisar: “Kalau itu akan ayah pertimbangkan dengan adik-adik kamu. Sekarang kamu boleh kembali ke kamar, La” (La keluar kamar lalu Li masuk)
Li: “Daddy, mommy, kamar kalian benar-benar kotor. Biar aku bereskan ya”
Kaisar: “Terimakasih Li, kau memang anak yang sangat baik.”
Li: “Jangan lupa memilihku untuk mendapat tiket ke Madagaskar ya, Dad”
Kaisar: “Akan ayah pertimbangkan dengan adik dan kakakmu dulu”
Li: “Sekarang sudah lebih baik dad, aku pergi dulu ya” (Li meninggalkan kamar kemudian Lu masuk)
Lu: “Daddy, mommy, kalian kelihatan lelah sekali, biar aku pijit ya”
Kaisar: “Wah, terima kasih banyak Lu, kamu memang sangat baik”
Lu: “Tapi jangan lupa ya dad, tiket ke Madagaskar itu untukku”
Kaisar: “Untuk itu harus ayah pertmbangkan dulu dengan kakak-kakak kamu. Sudah, ayah sudah sangat bertenaga. Kembalilah ke kamarmu” (Lu keluar dan Miss Louse pun masuk ke dalam kamar”
Kaisar: “Ada apa, Louse?”
Miss Louse: “Miss Louse, kaisar. Eh, kalau seandainya kaisar berubah pikiran dan tidak jadi memberikan tiket itu kepada La, Li atau Lu berikan saja kepada saya. Saya siap menerimanya kapan saja”
Kaisar: “Louse, kompetisi ini hanya dibuka untuk La, Li dan Lu, bukan untukmu. Sekarang cepat pergi dari kamarku!” (Miss Louse pergi dari kamar kaisar)

Hari demi hari berlalu dengan penuh persaingan yang ketat dan hampir setiap hari terjadi hal-hal seperti tadi. Akhirnya tiba juga hari ketujuh.
La: “Ha…ha…ha…Li, Lu, percuma saja kalian berharap-harap, sudah pasti aku yang jadi pemenangnya, La Gabriella Van Hozia Lavista.”
Li: “Hey kak, jangan sombong kayak gitu dong. Lagipula yang pasti menang itu aku, Li Grandias San Verzia Trivia”
Lu: “Ck...ck...ck...Kalian jangan terlalu optimis gitu dong, soalnya belum tentu juga kalian kepilih kan. Kalau aku baru sudah pasti menang dan terpilih, Lu Garamond De Kezia Zinnia gitu”
La: “Eh, kalian berdua jangan gitu dong! Kalian yang kecil harus ngalah sama aku yang paling besar”
Lu: “Eh enak aja, yang bener itu kalian yang besar harus ngalah sama aku yang paling kecil”
Li: “Terus aku gimana dong? Masa aku harus ngalah sama kalian berdua. Nggak bisa, nggak bisa. Ni rasain” (‘Buk!’ melempar bantal sofa ke Lu”)
Lu: “Aduh! Sakit!” (‘Buk’ melempar bantal sofa balik ke La)
La: “Kok mukulnya ke aku sih!” (‘Plak!’ ’Plak!’ melempar masing-masing sandalnya ke Lu dan La)
Li&Lu: “Aduuh!” (‘Buk’ melempar bantal sofa lain)

‘Buk! Buk! Buk’ Akhirnya terjadi saling pukul-pukulan antara La, Li dan Lu. Tiba-tiba kaisar datang.
Kaisar: “Aduh, aduh. La! Li! Lu! Berhenti! Apa-apaan kalian?!” (La, Li, Lu berhenti memukul)
Lu: “Li yang mulai duluan, dad!”
Li: “Eh, itu karena La dan Lu!”
La: “Kok kalian jadi ikut nyalahin aku sih?”
Kaisar: “Sudah, sudah!” Kalian ini bagaimana sih? Kan sudah ayah bilang kalian tidak boleh bertengkar atau kalau tidak kalian akan didiskuilifikasi! Karena kalian bertiga telah melanggar, maka kalian semua akan didiskuilifikasi!”
Lu: “Dad, jangan kayak gitu dong. Lu kan sudah berdandan untuk memikat cowok-cowok di Madagaskar”
Li: “Li juga sudah menyiapkan sederet rencana untuk pergi ke Madagaskar Dad”
Kaisar: “Tapi kalian telah melanggar aturan, jadi kalian terpaksa harus didiskuilifikasi. Maaf ya, keputusannya tidak ada yang dapat tiketnya.
Miss Louse: “Ha...ha...ha...Kalian semua didiskuilifikasi ya? Kasihan deh. Makanya jangan sok. Sekarang tiket itu akan jadi milikku. Ya kan kaisar?”
Kaisar: “Hhm... Bagaimana permaisuri?”
Permaisuri: “Kalau menurut saya, daripada tiketnya tidak digunakan, lebih baik diberikan kepada Miss Louse saja”
Kaisar: “Baiklah Louse, tiket ini untukmu. La, Li, Lu, ayah harap kalian tidak berkomentar. Waktu kita tidak cukup untuk berbasa-basi”
Miss Louse: “Yihaa!!! Madagaskar tunggu aku! Kaisar, permaisuri, LaLiLu, aku pergi dulu ya. Dah!”
Kaisar: “Fiuh! Louse, louse. Ini keputusan yang adil kan? Lagipula coba kalian pikir, ini hanya satu tiket, jadi kalian hanya dapat pergi sendiri. Tentu tidak asyik kan kalau pergi sendiri apalagi kita belum tahu jalan di Madagaskar. Ayah juga baru ingat kalau itu hanya tiket pergi. Tidak ada tiket pulangnya. Satu lagi yang terpenting, setelah ayah bertanya dengan teman ayah, katanya Madagaskar itu bukanlah sebuah pulau besar dan canggih di Inggris melainkan sebuah pulau kecil di Afrika yang penghuninya adalah para binatang.”
La&Li&Lu: Hah? Berarti...Miss Louse....Ha...ha...ha”

Label:

0 komentar:

Poskan Komentar